Friday, March 25, 2011

Pembagian Otak

25 Maret 2011
...............
...............
A : Waktu pembagian otak kyknya gw dapat otak yang udah diinjek-injek orang deh makanya tolol gini
Bee : Siapa bilang?? buktinya bisa masuk Universitas X, fakultas Y yang paling favorit lagi.
A : Gw ngerasa tolol soalnya
Bee : Kalo lo udah ngerasa dapat otak bekas diinjek-injek orang, trus gw apa donk? Otak yang jatoh dari ketinggian kali
A : Gw datang telat saat otak dibagiin makanya dapat otak yang bekas jatoh dari ketinggian beberapa kaki trus diinjek-injek orang yang berebut buat dapatin otak yang sama seperti otak Einstein
Bee : (speechless)
Pembicaraan dua orang absurb (satu stress gara-gara laporan, satu lagi stress gara-gara ujian )

Percakapan Otak, Hati dan Hani J-1 Sebelum Praktikum Biokimia

24 Maret 2011

Otak :
Pertahankan prestasi untuk udah ga pernah masuk akuarium lagi! Ayoo belajar buat tes awal! (instruksi)
Hati : Tuhan, jam segini harus belajar -____-''
Otak : Ini demi kebaikkanmu juga agara kamu ga sakit hati
Hati : Ga mau belajar, mau maen, FB,chat,tumblr
Hani(keinginan) : pengen gantung jas lab aja deh -_______-''
Galau sebelum praktikum

Friday, February 18, 2011

Journey of the Tahura Juanda






17 Juli 2010


Jam dinding di kamar menunjukkan pukul 7.00, dengan malasnya saya berjalan menuju kamar mandi... Hal yang paling malas untuk dilakukan dipagi hari... Hari ini saya ada janji untuk survey wilayahTaman Hutan Raya Juanda dengan anak-anak WAW (Wildlife and Animal Welfare) UGREEN. Tapi yang konfirm bisa ikut Cuma dikit hiks... hiks... sedih. Akhirnya team survey berkumpul yang terdiri atas saya, Odit dan Fiko di Mc D Simpang Dago. Sedangkan Dhika menunggu di pintu gerbang Tahuranya karena rumahnya di depan pintu masuk Tahura. Jalan menunju pintu masuk tahura melalui rute pejalan kaki menanjak. Aroma menyegarkan bungasari pinus meksiko (Pinus montecumae) dan suara sayup – sayup prenjak jawa (Prinia Flaviventris) berkicauan akan ditemui di Tahura ( Taman Hutan Raya) Ir H Juanda, Lembang, Bandung. Tempat ini “surga” bagi yang hobi petualangan, tracking, botanikus, dan geologis. Kawasan seluas 526,98 hektar ini bukan hanya tempat konservasi flora dan fauna, tetapi juga arkeologi dan prasejarah. Terdapat museum berisi artefak, seperti kapak batu dan mata panah. Tahura diresmikan tanggal 14 Januari 1985 oleh Presiden Soeharto. Fungsi Tahura lainnya untuk penyangga resapan air. Daerah yang memiliki topografi bergelombang ringan, agak curam dan terjal yang terletak di ketinggian 700 – 1300 meter dari permukaan laut ini merupakan ekosistem dari berbagai flora dan fauna, baik yang endemis maupun yang tidak. Tahura Ir. H Juanda memilik tipe iklim B dengan curah hujan rata-rata 2.500-4.500 mm per tahun. Suhu udara berkisar antara 22°C-24°C. Wilayah Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda memiliki tipe vegetasi hutan alam sekunder yang didominasi oleh jenis pohon Pinus (Pinus merkusii), Kaliandra (Calliandra callothyrsus), Bambu (Bambusa sp.) dan berbagai jenis tumbuhan bawah seperti tumbuhan Teklan (Euphatorium sp.). Fauna yang terdapat di dalam kawasan taman hutan raya ini antara lain Musang (Paradoxurus herma paproditus), Tupai (Callosciurus notatus), Kera (Macaca insularis) serta berbagai jenis burung seperti Kepondang (Oriolus chinensis), Kutilang (Pycnontus caferaurigaster) dan Ayam hutan (Gallus gallus bankiva). Berdasarkan hasil inventarisasi tahun 2003 tercatat sedikitnya sembilan fauna khas di tempat ini, antara lain burung kacamata (Zosterops palpebrosus) dan bondol jawa (Lonchura leucogastroides).Sebanyak 112 spesies tanaman dari 40 famili juga ditemukan disini. Di Tahura terdapat goa Jepang yang luasnya 350 meter persegi dan memiliki empat pintu dan tiga lorong. Goa yang dibangun tahun 1942 merupakan tempat persembunyian tentara Jepang dari Sekutu. Sekitar 300 meter timur laut dari Goa Jepang terdapat goa Belanda yang dibangun tahun 1941. Dahulu dipergunakan sebagai terowongan PLTA bengkok. Karena perbukitan Pakar merupakan kawasan yang sangat menarik bagi strategi militer Belanda(hal in dikarena lokasinya yang terlindung dan begitu dekat dengan pusat kota Bandung), maka menjelang perang dunia II pada awal 1941 Militer Hindia Belanda membangun stasiun Radio Telekomunikas. Bangunan ini berupa jaringan Goa di dalam perbukitan batu pasir tufaan Hanya dengan tiket Rp.8000 per orang, anda bisa menikmati petualangan tracking ria sambil menikmati panorama alam di sekitar Tahura Ir H Djuanda.Jaraknya sekitar 6 kilometer dari Dago Pakar sampai Maribaya. Di sepanjang jalan rute jogging track tersebut akan ditemui kicau jalak suren (Sturnus Contra) atau perkutut (Geopelia Striata). Kadang – kadang terdengar gonggongan anjing kampung menyalaki kera – kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang memunguti remah – remah makanan pengunjung. Di Maribaya nanti akan ditemui Curug Omas, air terjun yang sangat indah pemandangannya. Macaca Fascicular si ekor panjang yang eksotis Sepanjang perjalanan dari pintu masuk II menuju Maribaya pos VI, jika jeli mengamati sekitar banyak kera ekor panjang (Macaca Fascicular). M. fascicularis merupakan salah satu satwa liar yang statusnya hingga saat ini masih belum terdaftar sebagai spesies yang dilindungi. Namun demikian usaha-usaha untuk menjaga populasinya di alam harus tetap dilakukan. Karena tekanan terhadap populasi kera ini kian hari kian menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan dan terus mengalami penurunan. Penyebaran populasinya M. fascicularis banyak terdapat di kawasan Asia Tenggara, mulai dari Myanmar, Indochina, Malaysia dan Indonesia. Bahkan juga ditemukan di pulau Timor. Penyebarannya di Indonesia mencakup sebagian besar wilayah Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara sampai Flores. Panjang tubuh kera dewasa sekitar 40-50 cm belum termasuk ekor dengan berat 3 -7 kg. Sementara panjang ekor 1 hingga 1,5 kali panjang tubuh berikut kepala dengan warna coklat keabu-abuan atau kemerah-merahan. Bulunya berwarna coklat abu-abu hingga coklat kemerahan sedangkan wajahnya berwarna abu-abu kecoklatan dengan jambang di pipi berwarna abu-abu, terkadang terdapat jambul di atas kepala. Hidungnya datar dengan ujung hidung menyempit. Kera ini memiliki gigi seri berbentuk sekop, gigi taring dan geraham untuk mengunyah makanan Kera ini merupakan jenis satwa yang hidup berkelompok, dimana bisa mencapai hingga 30 ekor dalam tiap kelompok. Biasanya dalam setiap kelompok ada seekor adult male (jantan dewasa) yang menjadi pemimpin dan mendominasi anggota yang lain. Hirarki dalam komunitasnya ditentukan oleh beberapa faktor seperti usia, ukuran tubuh dan keahlian berkelahi. Mereka memasuki masa kawin pada umur enam tahun untuk pejantan dan empat tahun untuk betina. Jangan harap ada kesetiaan dalam komunitas ini. Karena pejantan biasanya kawin dengan banyak betina. Sebagai golongan omnivora yang memakan daging dan tumbuhan. Makanannya bervariasi dari buah-buahan, daun, bunga, jamur, serangga, siput, rumput muda, dan lain sebagainya. Bahkan kera ini kerap pula memakan kepiting. Tetapi, 96 % konsumsi makanan mereka adalah buah-buahan.
Setelah istirahat di curug omas... melanjutkan perjalanan menuju pintu IV Maribaya..
Dijalan dikejar tukang ojek dan ketemu 2 ekor anak ular yang lagi maen-maen
Selanjutnya perjalanan berlanjut ke lembang untuk balik ke bandung
Sumber












Ayo hitung berapa umur pohonnya?





















Monyet ekor panjang


Wednesday, January 19, 2011

Dialoque from "The Tourist Movis"


Elise:It's the um...the Roman god, Janus. My mother gave it to me when I was little. She wanted to teach me that people have two sides. A good side, a bad side, a past, a future. And that we must embrace both in someone we love. And I tried.
Frank Tupelo:What's he like?
Elise:He's...different, from anybody I know.
Frank Tupelo:Different's good. Where I come from, the highest compliment they can offer a person is to say that they're down to earth, grounded. I hate it. It drives me nuts.

Monday, October 18, 2010

Sisi Lain dari Sebuah Pandangan Mata

Judul : Pesona Danau Singkarak
Lokasi : Danau Singkarak, Kabupaten Solok Sumatera Barat
Tipe Kamera : Kodak Easy Share C1013











Judul : Orangenya Langit diatas saya
Lokasi : Lantai 7 Gedung PAU ITB
Tipe Kamera : Nikon Coolpix S22o
















Judul : Me and Mom
Lokasi : Taman Ganesha, Bandung
Tipe Kamera : Kodak Easy Share C1013
















Judul : Sunset di atas Gedung (ternyata disekitar kita ada tempat melihat sunset yang indah ya)
Lokasi : Lantai 7 PAU
Tipe Kamera: Nikon Coolpix S220
Pukul : 17.30
Hari: Senin, 11 Oktober 2010









Judul : Birunya Air Danau Berbanding Lurus dengan Birunya Langit
Lokasi : Danau Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat
Tipe Kamera : Nikon Coolpix S220

Saturday, August 28, 2010

Kisah Cinta Bintang pada Sang Bulan

25 Agustus 2010

Entah kenapa belakangan ini aku suka memperhatikan keadaan langit malam. Purnama bersinar teduh dibalik sekelebat awan putih. Sang Rembulan sendirian menemani dalam damainya malam. Bukankah biasanya Rembulan selalu ditemani oleh bintang. Kemanakah gerangan bintang? Bukankah BULAN dan BINTANG adalah sahabat sejati???

Ini adalah kisah tentang cina bintang pada Sang Bulan

Kisah Cinta Bintang pada Sang Bulan.

KENAPA bulan dan matahari tak dapat bertemu?Sedangkan BULAN dan BINTANG adalah sahabat sejati???

Suatu hari pernah Bulan mendengar sebuah bintang berbicara pada bulan “Aku tidak ingin lagi menemanimu mulai malam ini dan seterusnya” katanya.“Kenapa?” tanya bulan“Padahal aku menyukaimu, aku menyukai malam-malam dimana kau ada dan menemani ku hingga fajar menjelang” tetapi bintang itu hanya diam meredup dan bersembunyi di balik mega. Justeru karena bulan menyukainya maka bintang itu menghilang.Cinta memang aneh, bukankah ia seharusnya mempersatukan?Bintang itu mencintai bulan.Tetapi bulan tidak mencintainya, ia hanya ‘ menyukainya’.Siapakah yang membeda-beda kan cinta dengan suka?Kenapa bulan tidak membencinya saja, malah bulan menyukainya sehingga bintang tidak mempunyai alasan untuk tidak menemaninya malam nanti.

Bukankah bintang seperti api panas,berkobar dan memberikan sinar?Namun Bintang yang mencintai sang Bulan ini hanyalah sebuah bintang kecil yang berwarna merah. Karena itu ia tak pernah dapat mengumpulkan keberanian untuk berkata pada bulan“ Aku mencintaimu!”.Bulan sendiri tidak pernah menganggap bintang sebagai lebih dari sahabat yang selalu menemaninya setiap malam, dan sesungguhnya bintang mengetahuinya.

“Aku mencintai matahari” kata bulan”Ia dapat membuatku bersinar indah diwaktu malam.Ia membuatku selalu ditunggu oleh para pencinta malam. Ia membuatku selalu dinanti oleh para pujangga yang yang menulis berbait-bait puisi tentang cintahanya dengan melihat diriku di langit malam.

Bintang tak pernah habis berfikir kenapa bulan mencintai matahari, bulan bahkan hampir tak pernah bertemu dengan matahari dan ketika mereka bertemupun bulan akan kehilangan sinarnya.Kita menyebutnya gerhana matahari,Matahari tidak pernah memikirkan bulan, ia hanya bersinar dan memberikan sinarnya tanpa membeda-bedakan.Ia bahkan tidak mengetahui kalau sinarnya dimanfaatkan oleh bulan untuk bersinar dimalam hari. Ia hanya menganggap bulan sebagai benda yang kadang-kadang menghalanginya memberi sinar kepada bumi.

Atau Mungkinkah matahari mencintai bumi,??Misteri

Bintang merasa tidak mendapatkan keadilan. Kenapa bulan mencintai matahari yang bahkan tidak pernah memikirkan bulan, dan bukan mencintai bintang yang mencintai bulan dengan sepenuh hatinya? Bintang juga merasa tak berdaya karena walaupun ia ingin memberikan seluruh sinarnya kepada bulan agar selalu kilau kemilau, bintang tak dapat melakukannya karena jaraknya yang sangat jauh.

Matahari juga adalah bintang, bintang merah yang sama seperti dirinya, karena letak nyalah matahari dapat terlihat lebih terang daripada bintang.Tapi bintang adalah bukan matahari, karena itu bulan tidak mencintai bintang.

Cinta memang aneh. Karena itu sekali lagi bintang berkata, kali ini kepada semua teman- temannya“Aku tidak ingin lagi menemani bulan mulai malam ini” kemudian ia menghilang (tak hanya meredup danbersembunyi di balik mega) dan tak pernah lagi menemani bulan.

Ku beritahu sebuah rahasia, sekarang Bintang itu turun ke bumi sebagai Bintang jatuh memberi harapan bagi permintaan sepasang kekasih agar mereka berdua dapat hidup berbahagia hingga akhir hayatnya.

Walaupun dia tak mendapatkan cinta sang Bulan,ia dapat menjadi berarti bagi sepasang kekasih menjadikan kisah mereka indah.

ini kutipan dari :http://www.ciungtips.co.cc/2010/06/kisah-cinta-bintang-pada-sang-bulan.html

Monday, August 9, 2010

Kisah Perjalanan Ke Karst Citatah


Minggu,6 Juni 2010

Kali ini saya dan penggiat aleut bertandang ke pegunungan kapur daerah Padalarang yang dikenal dengan sebutan karts citatah. Perjalanan dimulai dari pangkalan Damri di depan situ Ciburuy.
1. Situ Ciburuy.
Pada awalnya, Situ Ciburuy merupakan dua buah sungai kecil yang ujungnya bertemu di Desa Ciburuy. Akhirnya, tahun 1918, lokasi pertemuan kedua sungai itu dibendung menjadi sebuah telaga dan airnya diatur untuk mengairi sawah-sawah desa. Lama kelamaan, bendungan ini airnya makin tinggi dan menggenangi wilayah seluas 14.76 ha. Tanah tertinggi di tengah-tengah danau tidak tergenang, yang membentuk sebuah pulau mungil. Mayarakat setempat lantas memberinya nama Situ Ciburuy yang diambil dari desa tempat pertemuan dua sunagi kecil tersebut.

Awal 1942, seorang Belanda bernama Tuan Bempi mengantongi hak memelihara ikan dari pemerintah Hindia Belanda di danau itu. Ikan-ikannya berkembang pesat. Untunglah Tuan Bempi tidak kikir. Ia bahkan dikenal sebagai dermawan yang sering membantu warga desa. Karena kesibukannya dibidang lain, pengelolaan sehari-harian danau ia percayakan kepada Romli, warga Desa Ciburuy.

Sayang, tahun itu Jepang masuk RI. Semua orang Belanda ditawan dan dibawa ke Jakarta, termasuk Tuan Bempi. Sejak itu, keberadaan Tuan Bempi tidak diketahui lagi.
Sepeninggal beliau, Romli-lah yang mengurus Situ Ciburuy. Karena tak ada pemiliknya lagi, ia lantas mempersilahkan kepada siapa saja untuk mengambil ikan di tempat itu.
Meski tak lagi ada yang memiliki, Romli tetap menjaga danau itu dengan setia. Suasana danau seakan menyatu dengan dirinya. Keadaan itu berlangsung hingga Romli naik haji dan meninggal dunia tahun 1994. Romli pun diberi gelar sebagai kuncen Situ Ciburuy. H Abdul Solihin (70), keponakan H Romli, menceritakan bahwa semasa hidupnya, H Romli sering didatangi Tuan Bempi dalam tidurnya.
Kondisi Situ Ciburuy semakin dangkal meski debit air tergantung curah hujan.Perjalananpun dilanjutkan setelah membeli perbekalan yang dibutuhkan. Jalan yang disusuri untuk mencapai gunung lawu melewati permukiman warga. Disalah satu rumah warga, dapat disaksikan lele dengan ukuran jumbo.
Setelah melswati pemukiman warga, saya dan para penggiat aleutpun melewati pabrik-pabrik yang bahan batunya berasal dari gamping (batu kapur).


situ ciburuy

Para lele jumbo hehehehe


2. Kawasan Kart Citatah
Istilah karst yang dikenal di Indonesia sebenarnya diadopsi dari bahasa Yugoslavia/Slovenia. Istilah aslinya adalah ‘krst / krast' yang merupakan nama suatu kawasan di perbatasan antara Yugoslavia dengan Italia Utara, dekat kota Trieste . Karst merupakan topografi unik yang terbentuk akibat adanya aliran air pada bebatuan karbonat (biasanya berupa kapur, dolomit atau marmer). Proses pembentukan Karst melibatkan apa yang disebut sebagai "karbon dioksida ke bawah”. Hujan turun melalui atmosfer dengan membawa CO2 yang terlarut dalam tetesan. Ketika hujan sampai di tanah, ia terperkolasi melalui tanah dan menggunakan lebih banyak CO2 untuk membentuk larutan lemah dari asam karbonat: CO2 + H2O = H2CO3. Infiltrasi air secara natural membuat retakan dan lubang pada batuan. Dalam periode waktu yang lama, dengan suplai CO2 terus-menerus - yang kaya air, lapisan batuan karbonat mulai melarut.
Kawasan karst Citatah termasuk warisan tertua di Pulau Jawa. Terbentang sepanjang enam kilometer dari Tagog Apu hingga selatan Rajamandala, jajaran gunung batu ini terbentuk pada zaman Miosen, 20-30 juta tahun silam (KRCB, 2006). Kawasan Karst Citatah ini meliputi: Goa Pawon, Pasir Pawon, Pasir Masigit, Pasir bancana, Karangpanganten, Gunung Manik, Pasir Pabeasan dan Gunung Hawu. Didaerah karst Citatah juga ditemukan situs purbakala berupa alat-alat batu, gerabah, bongkah andesit sebagai alat tumbuk dan tulang-tulang binatang (gigi, kuku, rahang) di lingkungan Gua Pawon merupakan temuan arkeologi spektakular di Jawa Barat. Lokasi yang dikunjungi oleh penggiat aleut di kawasan karst citatah ini adalah
- Brigde stone (Gunung Hawu) harta alam yang terpendam dan terancam
Lengkungan yang secara keseluruhan merupakan lubang di dinding batu gamping tersebut memiliki ukuran lebarebih kurang 30 m, tinggi 70 m, menggantung di atas dinding setinggi 30 m dari jalan tambang di bawahnya.Lengkungan alami Gunung Hawu di Citatah terbentuk dari batu gamping dan prosesnya lebih mirip pembentukan Jembatan Alami Virginia Proses karstifikasi yang merupakan proses pelarutan senyawa karbonat sebagai bahan utama batu gamping adalah penyebab terbentuknya lengkungan alami Gunung Hawu. Sangat jelas sekali bahwa lubang yang terbentuk dikontrol oleh retakan yang memanjang hampir utara-selatan.Sebuah lubang vertikal yang sangat dalam diduga merupakan proses awal terbentuknya lengkugnan ini. Lubang vertikal ini adalah gejala khas di daerah karst batu gamping hasil dari runtuhan atap gua atau collapse sinkhole. Proses berikutnya diduga merupakan proses pelubangan secara karstifikasi ke arah samping searah kemiringan lapisan batu gamping yang sangat curam ke arah selat Jika di Utah lengkungan-lengkungan alaminya dilindungi sebagai monumen nasional, di Citatah fenomena alam yang di Indonesia sekalipun sangat langka ini berada sangat dekat sekali dengan wilayah penggalian batu gamping (kapur). Kira-kira 100 m dari fenomena langka ini, truk-truk tambang hilir mudik mengangkut bongkah-bongkah batu yang dibongkar dari lereng-lerengnya. Bahkan tepat di batas utara lengkungan alami ini terdapat sisa-sisa penggergajian batu gamping untuk pembuatan marmer. Sunguh mengenaskan nasibnya !


Brigde Stone padalarang... Yang tidak kalah dengan yang ada di Taman Nasional Yosemite

T 125

T125 maksudnya adalah tebing dengan ketinggian 125 m.

- Stone Garden dan Gunung Masigit
Pada Stone Garden terdapat gejala mikro-karst yang membentuk bongkah-bongkah menonjol dari permukaan tanah yang menjadikan puncak bukit. Hal ini juga terjadi diatas Goa Pawon. Proses pelarutan yang berjalan pada retakan-retakan batugamping menyembulkan sisa-sisa pelarutannya berupa bongkah batu gamping yang tersusun dengan tidak teratur dan tinggi yang berbeda-beda dan berelief kasar. Sekarang Stone Garden dimanfaatkan sebagai ladang oleh penduduk setempat. Selain itu di stone garden ini juga terdapat makam.(Untuk ini saya kurang tahu banyak). Dari stone Garden ini juga dapat dilihat gunung masigit yang telah tergerus hingga tinggal setengahnya oleh penambangan batu gamping. Kondisi yang sangat menyedihkan.

- Goa Pawon Tempat tinggalnya Ki Sunda

Pawon memiliki arti dapur menurut legenda orang Sunda (legenda Sangkuriang), gua ini dulunya adalah dapur Dayang Sumbi. Kenyataannya menurut para ahli tempat ini memang difungsikan sebagai dapur oleh manusia prasejarah dengan ditemukannya fosil sisa-sisa makanan dan biji buah-buahan. Gua Pawon sebenarnya merupakan gua yang tidak mempunyai lorong-lorong yang panjang dan gelap, tapi hanya terdiri dari banyak ruang (10 ruang besar) yang merupakan ceruk di dinding bukit.
Di bagian kiri atas gua ini, ada sebuah spot yang dinamakan Sumur Bandung. Sumur Bandung ini sebenarnya bukanlah sebuah sumur, lebih seperti sebuah kolam kecil yang cukup dalam yang tentu aja berisi air. Konon katanya biasanya orang-orang yang datang kesana itu percaya kalo air dari sumur itu sakti, ya bisa bawa tuah katanya. Menurut salah seorang yang ditemui disana, air sumur itu air sumur itu selalu terisi walaupun musim kemarau sekalipun.Sumur Bandung ini tempatnya cukup tinggi dan jalan kesana total harus memanjat dinding batu yang terjal dan licin. Sumur tersebut sebenarnya tidak terlalu besar. Airnya bening dan dingin(menurut prediksi saya karena berda didalam gua). Bagai yang percaya bahwa air di sana membawa tuah, bisa membasih muka, tangan atau kaki dengan air itu (katanya bisa awet muda).

Sumur Bandung

Ki Sunda (Orang yang pernah mendiami daratan sunda
Pada salah satu ruang pada goa pawon, terdapat replika kerangka manusia purba yang pernah menghuni daerah Bandung dan sekitarnya. Masyarakat setempat menyebutnya Ki Sunda tapi saya tak tahu kenapa demikian (?). Namun kondisi replika kerangka cukup menyedihkan karena sudah berlumut. Posisi dari kerangka ini dalam keadaaan menekuk. Dari yang saya ketahui, posisi itu adalah posisi yang sama dengan bayi saat berada didalam rahim ibu. Dan arah hadapnya menunjukkan sesuatu tempat yang dianggap keramat seperti gunung atau laut. (Menurut interpretasi saya, menghadap kearah gunung Sunda pada masa itu). Selain itu, biasanya terdapat bekal kubur (Kalau tidak salah sebagai bekal untuk melanjutkan kehidupan di akhirat ) seperti gerabah, perhiasan yang menyertai kerangka.


Perjalanan berlanjut ke jendela pengintaian. Jendela pengintaian ini pada masa itu berfungsi sebagai tempat mengintai buruan. Di dekat jendela pengintaian terdapat gua. Kata Sri, biasanya digunakan untuk bersemedi bagi penganut kepercayaan. Tapi menurut saya pada zaman itu, mungkin itu sebagai jalan keluar si manusia pawonnya untuk berburu.
Secara keseluruhan keadaan goa pawon sangat menyedihkan, terdapat banyak coretan cat pilox disana sini



sumber : http://ekorisanto.blogspot.com/ (menengok pesona situ ciburuy)
http://portal.sabhawana.com/
http://chezpiere53.wordpress.com/
http://www.bplhdjabar.go.id/
http://www.esdm.go.id/berita/umum/37-umum/2729-mengenal-museum-kars-7-manusia-pawon-di-kawasan-kars-rajamandala-bandung-bagian-barat.html